Inilah Fakta Unik Dibalik Film Sensasional The Raid: No 3 Bikin Personil Linkin Park Galau
![]() |
Referensi Pihak Ketiga |
Film 'The Raid: Redemption' boleh dikatakan sebagai titik balik film laga aksi Indonesia—dan rasanya dunia. Penuh energi, koreografi atraktif, dan pergerakan kamera mumpuni. Film ini mendapat sambutan besar di berbagai negara dan disebut-sebut sebagai salah satu film cult dekade ini.
Tujuh tahun berlalu sejak gebrakan Iko Uwais dan kawan-kawan, mungkin banyak dari kita yang luput tak menyadari fakta-fakta unik dari film tersebut. Untuk mengenang 'The Raid' yang telah membanggakan Indonesia, berikut sejumlah fakta menarik dari Film yang kabarnya bakal diremake versi Hollywood itu.
1. Tak Dapat Studio, GOR-pun Dihantam
![]() |
Referensi Pihak Ketiga |
Salah satu adegan yang cukup penting dari film ini adalah saat Sersan Jaka dan pasukannya terjebak di sebuah ruangan dan menjebol lantai agar bisa lari ke ruangan di bawahnya.
Untuk mewujudkan adegan itu Gareth Evans sempat bolak-balik mencari studio tapi tak ketemu. Kalaupun ada studio besar ternyata sudah dibooking. Sempat lelah dan frustasi, tapi Gareth rupanya tak mau menyerah. Lantas muncul akal agar mereka menyewa sebuah Gor Badminton untuk disulap jadi studio.
![]() |
Referensi Pihak Ketiga |
Selama berhari-hari mereka membangun set. Kondisinya panas dan sangat pengap tapi toh usaha mereka menyulap lapangan bulutangkis menjadi sebuah apartemen dua lantai sukses besar. Gimana, kreatif bukan?
2. Adegan Tersulit
![]() |
Referensi Pihak Ketiga |
Hal istimewa dari film ini adalah brutalitas dan kegilaan para tim dalam menciptakan adegan menegangkan. Salah satu ide gila Gareth adalah saat Iko melempar seorang anak buah Tama (Ray Sahetapy) dari lantai atas ke bawah dan pinggangnya patah karena membentur pembatas.
Gareth mengaku mesti mengulang-ulang adegan itu berkali-kali hingga mampu menciptakan gambar yang baik. Bagaiman tubuh sang 'kroco' terlihat berputar dari jauh, samping dan belakang. Tentu yang paling sulit, jangan sampai adegan ini berbahaya bagi sang stuntman.
3. Momen Mike Shinoda Was-Was
![]() |
Referensi Pihak Ketiga |
Saat ditunjuk sebagai pengisi dan penata musik, Mike Shinoda sangat antusias. Dia menyaksikan jahitan adegan yang seru dan menegangkan—FYI, waktu Linkin Park konser di Jakarta anak-anak The Raid dapat tiket gratis dan ruangan khusus supaya bisa ngobrol. Namun rupanya, personil Linkin Park itu sempat juga merasa was-was dan galau. Terutama saat mengisi beberapa adegan penting.
![]() |
Referensi Pihak Ketiga |
Dan adegan yang paling bikin Mike deg-degan, bahkan sampai film itu jadi adalah saat Bowo gagal membunuh anak buah Tama sehingga membunyikan alarm peringatan. Mike cukup lama putar otak dan berganti sampel untuk memastikan musik di adegan itu cocok dengan ketegangannya. Jika keliru, bagi Mike, maka semua adegan setelahnya tak banyak berarti.
4. Tak Diakui di Negeri Sendiri
![]() |
Referensi Pihak Ketiga |
Seperti sebuah ironi, The Raid kala itu dipuji setinggi langit dan banyak dapat penghargaan di luar negeri. Sayang Festival Film Indonesia (FFI) sebagai festival terpenting dan pestanya perfilman Indonesia justru tak memasukan The Raid dalam nominasi apapun.
![]() |
Referensi Pihak Ketiga |
Tak 'diakui' karena sang sutradara bukan orang Indonesia. Hal itu sempat membuat Gareth Evans sang sutradara emosi besar. Dia menjelaskan dari kru sampai pemain mayoritas orang Indonesia dan hanya dua orang asing yang terlibat.
"Kalau ada yang menganggap ini bukan film Indonesia, itu konyol," katanya sedikit emosi sekitar 2012 lalu.
Sumber
entertainment.kompas.com
www.youtube.com/watch?v=vtIvtUjem_g
www.liputan6.com
Referensi Pihak Ketiga
Kehadiran NET TV di Indonesia memang sempat memberi angin segar bagi perkembangan tayangan tv di Indonesia. Apagi Net TV memang dianggap memiliki visi yang cukup berani dibanding tv swasta lain. Banyak tayangan mereka juga dianggap anti mainstream dan cukup menghibur seperi Ini Talkshow, Waktu Indonesia Bercanda hingga Breakout.
Khusus untuk 'Ini Talkshow' yang dipandu Sule dan Andre memang jadi saah satu talkshow paling favorit saat ini. Sayangnya semakin kesini, acara ini juga makin mirip dengan acara-acara sejenis yang canggung dan gak jelas. Dan hal-hal berikut nampaknya yang jadi alasan kenapa acara ini makin gak jelas.
1 - Skenarionya selalu sama di tiap episode
Referensi Pihak Ketiga
Banyaknya pengisi acara di Ini Talk show nyatanya tak membuat acara ini makin kaya kreasi. Hampir semua pengisi acara seperti Mang Saswi, Haji Bolot, Parto, Nunung dl selalu menjalankan peran yang sama dan dengan lawakan yang sudah bisa ditebak.
2 - Nyanyi gak jelas hingga bintang tamu bete sendiri
Referensi Pihak Ketiga
Banyak sekali bintang tamu yang merasa gak betah dan bete saat Andre atau Sule nyanyi-nyanyi dan joget gak jelas. Beberapa bahkan terlihat menunjukkan ekpresi senyum terpaksa. Padahal aslinya bingung dan gak ngerti sama kelakuan presenternya.
3 - Selalu muncul artis gak jelas di bangku penonton
Referensi Pihak Ketiga
Di tiap episode selalu ada seseorang yang duduk dibelakang samping meja andre. Biasanya saat Andre atau Sule nyanyi, orang ini selalu berdiri joget2 sok nyemangatin penonton. Ia juga sering maksain nyeletuk obrolan yang garing. Sebenarnya siapa sih orang ini?
4 - Comercial breaknya bingung dan canggung
Referensi Pihak Ketiga
Umumnya acara2 tv biasanya bilang "jangan kemana mana tetap di..." saat jeda komersial. Anehnya di Ini Talkshow gak ada angin gak ada ujan presenternya langsung bilang "disini aja". Sampai-sampai ada bintang tamu disuruh bilang disini aja sampe ngomong "apaan sih !?"
Kayaknya kalau acara ini masih seperti ini, gak menutup kemungkinan INI Talkshow bakal terjerumus jadi acara alay kayak yang lainnya.
Sumber
www.kaskus.co.id
0 Response to "Inilah Fakta Unik Dibalik Film Sensasional The Raid: No 3 Bikin Personil Linkin Park Galau"
Post a Comment